Sabtu, 22 September 2018

RUMAH MISTERIUS (PART 13-15)

RUMAH MISTERIUS(13-15)

Sohwa:Ah, dimana ini?
Lani:Kita ada di masa lalu Raline Fatim:Eh, masa lalu Raline? Muntaz:Maksudnya apa sih, kak? Ricis:Waktu Raline di jodohin sama ortu nya ya?
Sohwa:Bukan itu, cis😒
Ricis:Eh, terus apa?
Lani:Kita bakal cari tahu kenapa Raline culik anak anak itu
Muntaz:Lima anak itu, ya?
Lani:Iya
Fatim:Eh, itu Raline
Sohwa:Laki laki berseragam yang ada didekat Raline itu pasti polisi
Muntaz:Laki laki berbaju biru itu pasti saudaranya
Ricis:Ayo kita dekati

Di depan rumah, Raline tampak bersitegang dengan dua polisi. Raline berbicara dengan nada tinggi dan terburu buru. Ia tampak panik sekali. Mulutnya berkali kali menyebut 'Ardi' dan 'Diah'. Polisi yang berada di depan Raline tak mampu berbicara apa apa.

Polisi #1:Maaf bu, tapi kami tidak bisa mencarinya
Polisi #2:Apa ibu yakin kalau ada yang masuk ke dalam rumah tadi malam? Raline:Saya yakin sekali! Saya ingat kalau saya diberi obat bius dan saya kemudian pingsan! Saya yakin kalau anak anak saya masih hidup! Coba cari sekali lagi...
Polisi #1:Bu, rumah yang ibu laporkan telah kami datangi tadi dan sudah kosong, tidak ada apa apa disana, bu Polisi #2:Jika anak anak ibu di bunuh, mungkin jasadnya dikubur disini, boleh kami cari disini?
Raline:Tidak! Kalian bohong! Mana mungkin disana tidak ada apa apa! Anak anak saya pasti diculik dan dibunuh d rumah itu! Saya yakin!
Polisi #2:Maaf bu, kami permisi dulu Raline:Kalian jahat! Baiklah, akan saya cari mereka sampai dapat! Jika anak anak saya ada di rumah itu, kalian akan saya tuntut ke pengadilan!

Polisi itu berlalu. Raline meracau seperti orang gila. Saudara Raline menenangkan nya. Tapi ternyata, usaha nya tidak berhasil. Raline langsung berlari ke arah rumah yang telah diperiksa polisi tadi.

RUMAH MISTERIUS (PART 14)

Raline langsung berlari ke arah rumah yang telah di periksa polisi tadi. Ia menghancurkan benda benda yang menghalangi dirinya. Dia mencari kesemua sudut, tapi dua anak yang dicarinya itu tak kunjung ketemu. Ia menatap kosong ruangan rumah itu. Dia berlalu dari rumah itu dengan tangan kosong.
Muntaz:Sekarang dia mau kemana? Ricis:Mau pulang kali
Lani:Ayo, kita ikutin
Sohwa:Ikutin dia? Lani:Iya, yuk

Mereka mengikuti Raline sampai ke rumahnya. Di rumahnya, Raline meneriaki sudaranya. Dia mengatakan tentang 'penjualan rumah'.
Raline:Pokoknya apa pun yang terjadi padaku, jual rumah ini!
Saudara R:Baik
Sohwa:Rumahnya mau di jual? Fatim:Anaknya gimana dong? Muntaz:Trus kenapa dia gentayangan di rumah kita?
Ricis:Eh, si Raline mau ngapain tuh? Pake bawa tambang segala
Lani:Jangan jangan dia mau bunuh diri Fatim:Eh, yuk kita liat

RUMAH MISTERIUS(PART 15)

Raline mengikat tambang di pohon. Dia memanjat tangga dengan wajah seprti tak ada harapan. Dia mengalungkan tambang itu di lehernya. Mulutnya bergerak seperti mengatakan sesuatu yang tak terdengar. Tangannya memegang pisau yang sangat tajam. Sedetik kemudian, dia menghunuskan pisau itu tepat di perutnya. Darah mengalir ke bawah. Dengan segenap tenaga yang masih tersisa, dia menendang tangga itu sampai jatuh. Raline meringis menahan sakit. Darah sudah mulai membasahi bajunya. Dia menghirup udara untuk yang terakhir kalinya. Tubuhnya menjadi kaku. Darah tak kunjung berhenti mengalir.

Lani:Dia bunuh diri
Sohwa:Sadis banget
Ricis:Anak anak nya gimana?
Lani:Yang aku tau, anak anaknya sih, dia bunuh
Muntaz:Lho?
Fatim:Maksudnya gimana sih?
Lani:Jadi malam itu, dia tidur sambil berjalan, anak anaknya dia bawa ke belakang, terus dia bunuh
Ricis:Et dah, bilang kek dari tadi Sohwa:Trus, kenapa dia gentayangan di rumah kami?
Lani:Ini rumah kalian, Raline tinggal disini, seperti yang kalian tahu, dia menjual rumah ini, sebelum meninggal tadi, dia sempat berjanji bakal nyulik anak anak yang tinggal di rumah ini, sebenarnya, hampir saja Fateh, Fatim, dan Muntaz di culik
Ricis:Ihhhh.... Ngeriiiii
Muntaz:Trus gimana caranya kita nyelamatin Qahtan dan Saleha? Lani:..........

Apa yang akan dikatakan Lani ya?
Tunggu next part nya!

Selasa, 04 September 2018

WONDERFULL BROTHER (PART 5)

WONDERFULL BROTHER (PART 5)

Haikal:Eh,Rio?
Rio:Alfa,yuk,kita pulang
Sobri:Katanya bukan saudara, tapi, masih mau jemput aja
Ismail:(berbisik) Udhlah sob, jangan manas manasin orang
Alfa:Iya, temen2 aku pulang dulu ya, assalamualaikum
All(Kec Rio and Alfa) Wa'alaikumsalam

Diperjalanan.......
Alfa:Rio, tante ada di rumah, gak? Rio:Enggak
Alfa:Oh...
Rio:Lain kali jangan buat aku malu kayak gitu lg
Alfa:Maksud kamu?
Rio:(menatap Alfa) Aku malu tau gak! Aku harus jemput kamu padahal aku ith benci sama kamu!
Alfa:Rio, aku gak pernah maksa kamu buat jemput aku
Rio:Terserah!

Alfa bungkam. Tak tahu harus berkata apa. Dia ingin menangis, tapi ia menahannya. Tak lama lagi, keadaaan akan berubah Alfa, aku yakin!, batin nya dalam hati

Keesokan harinya..........
Haikal:Hai Fa! Apa kata si Rio kemarin? Sobri:Iya aku penasaran
Alfa: Dia marah sama aku
Sobri:Maaf, fa, aku gak bermaksud biar kamu dimarahin
Haikal:Tapi, sebenarnya Rio keterlaluan! Coba kamu bayangin, tiap pulang belajar, pasti Alfa beresin rumah, nyuci dan nyetrika baju, Alfa udh banyak berkorban buat dia
Sobri:Iya, apa lagi Kak Naura dan Kak Aldi hanya pulang seminggu sekali dari boading schoolnya
Alfa:Gak papa, aku emang pantes ngedapetin ini
HaiSob:Sabar, fa

Jam istirahat.........
Lukman:Temen2, kita istirahat yuk! Indra:Yuk! Aku udh laper
Umar:Kalian gak ikut? (bertanya pada Amalia cs dan Butet cs)
Lilis:Enggak, kita bawa bekal
Ismail:Ya udh, kami duluan ya
(Di kantin)
Sobri:Eh, pada mau pesan apa ni? Aku traktir
Haikal:Yakin, nih?
Sobri:Yakin
Haikal:Aku pesen bakso, minumnya es teh Alfa:Aku sama kaya Haikal
Ismail:Aku mie ayam, minumnya jus jeruk Umar:Aku sama kaya Mail
Indra:Aku pesen otak otak, minumnya jus mangga
Lukman:Sama kaya Indra
Sobri:Siiippp...
(tak lama kemudian)
Umar:Makasih ya, sob udh nraktir Sobri:Iya
Indra:Yuk balik ke kelas
Haikal:Aku sama Alfa mau ke toilet dulu, ya
Sobri:Aku juga
Ismail:Oke, kami duluan ya
HaFaSob:Oke!

Di toilet......
Haikal:Cuci tangan dulu, biar gak kotor Sobri:Iya

Tiba - tiba....

Apa yg terjadi selanjutnya? Tunggu part selanjutnya ya!

Sabtu, 01 September 2018

RUMAH MISTERIUS (PART 10-12)

RUMAH MISTERIUS (PART 10-12)

Muntaz:Dia lg main sama penunggu rumah ini
Sohwa:Hah, yg bener? Eh, itu Saleha jg lg ketawa sendiri
Ricis:Iya, tadi aku liat ada anak perempuan lari ke belakang rumah Fatim:Tuh, kan, bener, ni rumah ada penunngunya
Ricis:Guys, mending kita ke kamar kalian aja yuk
SohFaMun:Yuk!

Di kamar GH Kids......
Ricis:eh, orang tua kalian mana? Muntaz:Lg di kamar, besok mau kerja Ricis:oooohhh...
Fatim:Kak Icis, gimana cara ngusir hantunya?
Sohwa:Iya, gimana caranya?
Muntaz:Kita harus tau, hantu itu maunya apa
Ricis:Iya, mungkin, kakak bisa coba untuk masuk ke dunia mereka
Sohwa:Gimana caranya?
Ricis:Udh, tenang aja, aku ada kenalan, namanya Lanj, nanti malam, aku suruh dia datang kesini
Muntaz:Aku ikut ya kak?
Ricis:Kita semua ikut, tapi, kalian harus janji, jangan takut, krn apa yg kita liat nanti berbeda
SohFaMun:Oke
Umi:Guys! Dinner time!
Fatim:Eh, itu umi udh suruh makan, yuk!

RUMAH MISTERIUS (PART 11)

Di meja makan.......
Umi:Eh, ada Ricis
Ricis:Assalamualaikum, tante, om, maaf tadi gak sempat ketemu
Abi:Iya, gak papa, anggap rumah sendiri, ya
Ricis:Iya om
(Skip)

Tengah Malam.....
Sohwa:Cis, kapam teman kamu datang? Ricis:Sebentar, eh, dia udh wa, katanya udh di depan pagar
(Di depan pagar)
Lani:Hai, Cis
Ricis:Hai, Lan, kenalin ini Sohwa, itu Fatim, disebelahnya Muntaz
Lani:Hai semua, salken
SohFaMun:Salken jg
Lani:Mau langsung di mulai? SohRiFaMun:Iya
Lani:Yuk

Mereka pun duduk di depan garasi, Lani membaca beberapa kata. Sedetik kemudian, mereka berada di dunia lain. Fatim menoleh ke arah rumah. Rumah itu sekarang berlumuran darah. Beberapa cat mengelupas. Rumah itu sekarang layaknya rumah angker.

Fatim:Kak Sohwa, Rumah ini.... Sohwa:Astagfirullah
Lani:Ini penampakan rumah kalian yg sesungguhnya

RUMAH MISTERIUS (PART 12)

Muntaz:KakSohwa,itu Qahtan dan Saleha! Ricis:Mana? Eh, iya itu mereka!
Fatim:Ayo kita kejar

Mereka semua mengejar Qahtan dan Saleha yg entah kenapa muncul tiba tiba. Sesampainya di belakang rumah, mereka kaget melihat ada lima anak kecil dan satu wanita dewasa bermain bersama Qahtan dan Saleha. Wanita dewasa yang pertama kali menyadari kedatangan mereka, langsung tertawa lebar.

Ricis:Apa maumu?
WD(Wanita dewasa):Hahahahaha.... Sohwa:Siapa namamu?
WD:Nama ku? Hahahahahaha..... Muntaz:Jawab saja!
WD:Namaku Raline, hahahahahaha..... Fatim:Apa maumu?
Raline:Aku tak ingin macam2 dengan kalian
Lani:Kenapa kamu membawa dua anak itu kesini?
Raline:Maksud kalian Saleha dan Qahtan? Aku hanya ingin memperkenalkan mereka denga rumah baru mereka
Sohwa:Rumah baru? Apa maksudmu? Rumah mereka bukan disini! Raline:Hahahahaha.... Kukira orang2 sudah tak ingin tinggal disini, ternyata masih ada juga yg ingin menempati rumah ini, hahahahaha.......
Fatim:Apa maksud mu dengan rumah baru?
Raline:Hahahahhahahha.....

Blam!!!! Blam!!!!!

Sohwa:Ah, dimana ini?
Lani:Kita ada di masa lalu Raline Fatim:.........

Tunggu part selanjutnya ya!

Selasa, 28 Agustus 2018

Wonderfull Brother (Part 4)

Wonderfull Brother (Part 4)

Di rumah Haikal....

Haikal: Si Alfa mana sih? Lama amat Sobri:Paling disuruh bersihin rumah dulu sama si... Siapa ya? Malas banget aku nyebut namanya(mendengus) Butet:Maksud kamu Rio?
Sobri:Siapa lagi...
Najwa:Hellow... Kok, kamu benci banget sih sama Rio?
Lukman:Iya nih, Lukman jadi herman All(Kec Lukman):Heran, Lukman!!! Lukman:Nah, itu dia, itu yang Lukman maksud
Alfa:Assalamualaikum... Haikal:Wa'alaikumsalam, masuk, fa! Indra:Akhirnya yg ditunggu dateng juga Alfa:Maaf, ya, aku telat
Ayu:Afwan, ga papa, kok, cuma telat satu menit doang
Sobri:Rio gak ngikutin kamu, kan? Alfa:Kayaknya enggak, Sob, tadi aku udh suruh dia makan
Umar:Oke, deh
Alfa:Ya udh, yuk kerjain pr nya

Merwkapun mengerjakan PR bersama. Haikal, Sobri, dan teman teman lainnya juga turut membantu Alfa membaca soalnya. Setelah mengerjakan PR, Mereka mengajari Alfa menulis dan membaca.

Tulilut.. Tulilut...

Sobri:Eh, bentar ya, ada yg nelpon Amalia:Angkat aja
Sobri:(Melihat ke layar HP)Whaaatttt!!!! Ismail:Eh, kenapa, Sob?
Lukman:Iya, kok, mukanya panik gitu? Sobri:Darimana dia tau nomor aku? Lilis:Siapa sih, Sob?
Sobri:Rio, dia tau nomor telpon aku dari mana coba(melirik ke Alfa) Fa, kamu gak kasih tau nomor aku ke Rio, kan? Alfa:Enggak, kok, Sob Sobri:Ya udh, deh,aku angkat aja

*Telphone On*

Rio:Assalamualaikum Sobri:Wa'alaikumsalam, ada apa kmau telpon aku? Darimana kamu tau nomor aku?
Rio:Dari Bimo, aku mau nanya, lo lg di rumah Haikal, kan?
Sobri:Iya, napa?
Rio:Alfa ada di situ, kan?
Sobri:Ngapain kamu nanya nanya Alfa? Rio:Bukan urusan lo, sekarang gue minta lo bilang ke Alfa, suruh dia pulang Sobri:Kayaknya kamu harus belajar jadi kakak yg baik, sebagai kakak yg baik, kamu jemput aja sendiri Alfa ke sini, oke, Assalamualaikum(menutup telpon)

*Telphone Off*

Ayu:Afwan.. Dia bilang apa?
Sobri:Di surub Alfa pulang, tapi aku bilang dia harus jemput Alfa kesini
Haikal:Ide kamu brilian Sob
Alfa:Tapi, kalo dia gak mau?
Umar:Kita yg ngantarin kamu ke rumah

Tiba - tiba......

Ting.... Tong... Ting.. Tong...
Haikal:Siapa, eh, Rio?
Rio:Alfa, yuk, pulang
Alfa:.........
Tunggu episode berikutnya. BYE.....

Senin, 27 Agustus 2018

RUMAH MISTERIUS (PART 7-9)

RUMAH MISTERIUS (PART 7-9)

Di rumah GH........
Fateh:Taz, Kak Sohwa mana?
Muntaz:Ga tau tuh, tanya aja ke Kak Fatim Fateh:Okeh

Fateh pun mencari keberadaan Fatim. Saat dia melewati sebuah kamar, dia mendengar suara tawa.

Fateh:Kak Fatim? Eh, kok, ada kamar lagi disini?
???:Fateh? Kamu diluar?
Fateh:*Itu... Kayak suara Kak Fatim, ngapain ya Kak Fatim di dalam situ*Iya, kak, ini Fateh
???:Masuk aja, teh, kita main sama sama Fateh:(Membuka pintu) *Ini kamar apaan sih? Berdebu, kotor lagi*Kak, liat kak Sohwa?
???:......
Fateh:Kak Fatim, kok diam aja sih?
??? :Teh? Kamu ngapain di situ?
Fateh:(Berbalik) Lho, Kak Fatim? Kok, ada disini?
Fatim:Kakak tadi dari kamar Bang Atta, kamu ngapain disitu?

Fateh tak menjawab, dia berbalik kembali, menatap sosok yang tadi ia duga sebagai Fatim. Sosok itu tersenyum lebar. Cairan berwarna merah merembes dari perut dan mulutnya. Fateh berteriak, mengagetkan seisi rumah,dan pingsan disitu juga. GH yang datang kesitu, kaget melihat Fateh. Mereka pun membawa Fateh ke kamarnya.

Keadaan Sohwa.......
Sohwa:Cis, kamu jadi kan nginep di rumah aku?
Ricis:Iya, kita kerumah ku dulu ya, ngambil baju
Sohwa:Oke, aku pegangin ya squishy kamu*Etdah, ni anak banyak banget squishy nya*

*Beberapa saat kemudian*
Sohwa:Udah?
Ricis :Udah, yuk, berangkat

Di rumah GH......
Umi:.....

RUMAH MISTERIUS (PART 8)

Di Rumah GH..... 

Umi:Kenapa Fateh bisa pingsan? 

Fatim:Gatau, Umi, tadi Fatim tanya dia ngapain di kamar kosong itu, tapi, dia malah teriak, terus pingsan.

Iyyah:Ada orang gak di kamar itu? Fatim:Ga ada, kak.


Sajidah:Umi, jangan-jangan, rumah ini ada penunggunya.

 
Thariq:Ihh.. NGERIII..... 

Umi:Jangan bilang yg enggak-enggak. Saaih, ambil minyak kayu putih di lemari, ya.

 Saaih:Iya, Umi(Pergi).

Muntaz:Kak Fatim... 

Fatim:Ada apa, Muntaz?

Muntaz:Sini, kak..

Di ruang keluarga.... 

Fatim:Kenapa, sih, Taz? 

Muntaz:Aku tau kenapa Bang Fateh pingsan.

Fatim:Kenapa? 

Muntaz:Dia masuk ke tubuh Bang Fateh.

Fatim:Dia....siapa? 

Muntaz:........

RUMAH MISTERIUS (PART 9)

Fatim:Dia....siapa? 

Muntaz:Penunggu rumah ini Fatim:Serius, taz? 

Muntaz:iya, Kak.

Fatim:Jadi, tadi Fateh ngeliat hantunya? M

Muntaz: Iya, Kak.

Fatim:Jadi, kita harus apa? 

Muntaz:Kita harus...(terhenti sejenak) Kak, itu Qahtan lagi ngapain? 

Fatim:(Menoleh)Kayaknya dia lagi main, main sama siapa, ya? 

Muntaz:Dia main sama penunggu rumah ini.

Fatim:Hah? Serius, Taz?

Muntaz:Iya.

 Fatim:Kamu tau gak sih, asal usul rumah ini?

Muntaz:Enggak sih, kak

Tiba-tiba......

???:Assalamualaikum!

Fatim:Itu Kak Sohwa!(Menarik tangan Muntaz dan berlari menuju pintu).

Fatim:Wa'alaikumsalam, eh, ada kak Ricis.

 Muntaz:Kak Ricis mau nginep disini? 

Ricis:Iya, kakak mau menyelidiki rumah ini sama Sohwa.

Sohwa:Tentang penunggu rumah ini.

Fatim:Aku sama Muntaz juga mau menyelidik tentang itu.

Sohwa:Bagus kalo gitu, kita selidiki sama-sama.

Ricis:Iya, eh, itu Qahtan ngapain? 

Muntaz:Dia lagi main sama penunggu rumah ini.

Sohwa:..........

Apa yang akan dikatakan Sohwa? Tunggu part selanjutnya, ya!

Jumat, 24 Agustus 2018

Wonderfull Brother (Part 3)

Wonderfull Brother(Part 3)

Alfa:Tante Nisa udh datang belum? Rio:Belum, nih
Alfa:Yaaahh.... Padahal udh mendung Rio:Sabar, Fa

Beberapa saat kemudian, rintik hujan mulai turun, dan beberapa lama kemudian menjadi hujan yang deras. Rio dan Alfa segera berlari untuk berteduh.
Alfa:Aku bilang juga apa
Rio:Hiiihh... Dingin
Alfa:Uh, aku lupa bawa jaket
Rio:Aku juga
Alfa:( bersandar di bahu Rio)
Rio:Fa....
Alfa:Ya?
Rio:Kamu.... Bakal musuhin aku, gak? Alfa:(Tertawa kecil) Kamu itu saudara kesayangan aku, kamu juga, kan, yang bantuin aku belajar membaca, ngapain aku musuhin kamu?
Rio:(Nyengir) Aku cuma takut kita bakal musuhan nanti, nanti aku gak ada temen main lagi. Ya udh, kita buat janji, klo kita ga akan musuhan sampe besar, janji? Alfa:Janji

Di sela sela suara hujan, mereka membuat janji di bawah hujan yang sama. Yang mereka tidak sadari, janji tersebut di ingkari oleh salah satu dari mereka. Ya, dia Rio.

*Flash back off*

Rio tertegun mengingat semua itu. Ia mengingkari janji yang ia buat sendiri. Ia melihat ke langit yang sudah mendung. Mengingat semua kesalahan nya. Ada sedikit rasa bersalah di hatinya. Ia tahu, Alfa adalah anak yang sabar. Alfa selalu sabar dan tersenyum ketika Rio memarahinya. Tapi, Rio tak tahu sampai kapan Alfa akan bersabar.

???:Kak Rio!!
Rio:Eh, Alfi, kami ngapain? (Mengusap mata)
Alfi:Kak Rio abis nangis?
Rio:Ga usah banyak tanya, Naura mana? Alfi:Udh masuk ke mobil, kak
Rio:Oh ya udh, yuk masuk. Mobil Tante Nisa pun mulai bergerak ke arah rumah mereka.

Sampai rumah........

T. Nisa:Baik, baik, dirumah ya
Rio:Iya, tante

Ketika ingin masuk ke rumah, tiba tiba Alfa keluar dengan tergesa gesa.

Naura:Kak Alfa mau kemana?
Alfa:Uh, eh, aku mau kerumah Haikal Rio:Bukannya kemarin habis dari rumah Sobri?
Alfa:Eh, iya! Hari ini aku pengen ngerjain pr di rumah Haikal
Rio:Pr? Setau aku gak ada pr, tuh Alfa:Ada, kok
Rio:Pr apa?
Alfa:Hah? Pr... Pr... Pr.... (kebingungan) Alfi:Udh lah, kak, mungkin kak Alfa lg mau belajar di rumah temannya
Alfa:Iya! Aku pergi dulu, ya, di meja udh ada makanan

Rio yang keheranan hanya bisa diam sambil menatap punggung kembarannnya itu.

Udh dulu ya, bye
Tunggu part 4 nya!

Senin, 16 Juli 2018

Wonderfull Brother (Part 2)

Wonderfull Brother (Part 2)

??? :Hai!!!
Alfa:Hai juga, Ismail
Haikal:Eh, ada Ismail, Sobri, Indra, ama Lukman, mana?
Ismail:Belum dateng, tuh, paling juga masih molor
Umar:Klo, cewek alay alias Amalia dan Butet cs?
Ismail:Ada, kok, lg di perpus
Haikal:Ya elah, Mar, pagi2 jangan nanya yg gituan napa?
Umar:Ya, gapapa sih, kal
Alfa:Jangan2 Umar kangen nih sama mereka 😚
Haikal:Oh ya, masa?
Umar:Bodo. Lagian masak itu di dapur bukan di kelas, elah
Ismail:Eh, taruh tas dulu sono, malah berantem di depan kelas
Alfa:Iya Ismail yg ganteng tapi boong😆 Ismail:Gak ikhlas banget dah mujinya😒

Tiba2, datanglah angin tornado yg didalamnya terdapat batu kerikil berapi.

*Tunggu sebentar*

Haikal:Woy, writer! Kok, malah didatengin angin tornado, sih?
Umar:Tau, nih, salah dialog kali
Writer:Eh, iya, maaf, emang salah, saia ganti dulu ya

*Lanjut*

Tiba2, Rio, Bimo, dan tiga orang temannya datang menghampiri mereka.

Bimo:Wah, wah, wah, kok pada ketawa sih? Kayaknya lg seneng banget
Rio:Ga takut di jailin sama kita? Umar:Coba aja klo bisa, kita ga takut tuh Haikal:Iya, kita bakal laporin ke kepala sekolah klo kalian berani Bimo:Tenang,hari ini kita ga bakal jailin kalian, tapi kita bakal jailin dia(menunjuk Alfa)
Umar:Eh, jangan coba2 jailin Alfa lg ya! Atau...
Rio:Atau apa?
Umar:Atau aku hajar kalian(melangkah maju sambil mengepalkan tangannya)

Alfa, Haikal, dan Ismail dengan sigap menahan Umar yg hampir meninju muka Bimo.

Alfa:(Berbisik) Udh, Mar, jangan di lawan, atau kamu nanti yg bakal di hukum sama guru

Umar berhenti. Ia lelah jg. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke taman belakang sekolah.

Di taman sekolah......
Alfa:Temen2, makasih ya udh bela aku tadi Haikal:Sama2, Fa, kita kan temen😊 Umar:Iya, tapi tadi aku pengen banget hajar Bimo sama Rio, mereka itu udh keterlaluan
Ismail:Sabar, Mar, orang kayak gitu, mah, dicuekin aja
Alfa:Oh iya, aku jg minta maaf ya, tentang kelakuan Rio
Ismail:Ga papa, kok, Fa, kita udh maafin😊
Haikal:Alfa, tentang penyakit kamu, keluarga kamu udh tau belum? Alfa:Belum, kal
Umar:Coba aja si Rio tau tentang penyakit kamu, pasti dia kelakuannya ga kaya gini Ismail:Iya, Fa, aku kasih saran ya, kamu sama Rio kan aslinya deket banget, coba kamu bilang sama dia tentang penyakit kamu
Alfa:Kayaknya ga usah, Il, biarin aja dia tau sendiri
Ismail:Ya udh, deh klo itu mau kamu

(Aku kasih tau dulu, waktu part 1 aku salah nulis, jadi, Alfa itu anak ke 4,Rio anak ke 3)

Beberapa menit setelah itu, mereka balik ke kelas. Pelajaran pun dimulai. Pelajaran kali ini adalah pelajaran bahasa Indonesia. Gurunya adalah Bu Vita. Bu Vita jg tau tentang penyakit Alfa.

Kriiiiinggggg......

Anak2:Horeeeee(berhamburan keluar kelas)
B.Vita:Alfa,bisa kesini sebentar?
Alfa:Ada apa, bu?
B.Vita:Jd begini, UN kan tinggal 1 minggu lg, saya khawatir kamu tak bisa lulus Alfa:Lho, knp bu? Bukannya selama ini nilai ulangan saya lumayan bagus? B.Vita:Iya,Fa,tapi dengan kondisi kamu yg seperti ini, saya tidak yakin kamu dapat mempersiapkan diri untuk UN
Alfa:Lalu saya harus bagaimana, bu? B.Vita:Mungkin ada jalan, setiap tahun sekolah memberikan beasiswa kepada siswa untuk melanjutkan sekolah walaupun NEM nya kurang tinggi, saya harap ada salah satu mata pelajaran kamu yg nilainya tinggi agar kamu dapat masuk ke SMP, apa kamu siap?
Alfa:Siap, bu!
B.Vita:Baik,saya permisi dulu ya
Alfa:Iya, bu, makasih banyak ya

Alfa melangkah keluar. Tapi, ia dihadang oleh Bimo dan Rio.

Bimo:Gue tadi denger percakapan lo sama Bu Vita
Alfa:Terus?
Bimo:Sebelum lo nyesel karna terlalu banyak berharap, lebih baik gue ingetin lo sekarang, lo itu udh bodoh, lo jangan harap bisa masuk SMP
Alfa:Klo aku masih mau berusaha, pasti semuanya bisa aku capai dong Rio:Ngomong aja terus, paling juga nanti diri sendiri yg nyesel, ya gak, Bim? Bimo:Yoi, eh, kita pergi dulu ya, inget, jangan banyak mimpi lo jadi anak

Bimo beranjak meninggalkan Alfa yg terisak kecil. Saat Rio ingin pergi, ia sempat berbicara.

Rio:Fa, gue ingetin lo ya, klo sampe lo ngadu ke Kak Bella atau Kak Aldi tentang ini, liat aja apa yg bakal gue lakuin ke lo, oke?
Alfa:Iya, aku gak akan ngadu
Rio:Pegang janji lo itu

Rio meninggalkan Alfa yg terisak. Dia ingin mengadu pada keluarganya, tapi ia memikirkan ancaman Rio tadi. Ia lebih memilih untuk diam.

Lukman:Ciluk ba! Lg ngapain sih, Fa? Mukanya seneng amat Sobri:Iwaw,eh,Lukman, ini tuh Alfa lg sedih, bukan seneng
Haikal:Tau nih, Lukman, eror mulu Ismail:Fa, kamu knp?
Alfa:Ga papa kok
Umar:Boong, pasti kamu di bully sama Bimo dan Rio lg, kan?
Alfa:E..Eng...Enggak kok
Indra:Alamak, Alfa, kamu itu ga usah boong deh
Haikal:Iya, Fa
Alfa:Iya deh aku ngaku, tapi aku gak di bully cuma di ancam aja
Umar:Bener bener keterlaluan tuh anak, ya
Alfa:Udh, gausah di pikirin, kalian udh laper kan? Yuk makan
Sobri:Yuk, mumpung aku lg baek, aku traktir deh
All(kec Sobri):Horeee

(Skip, pulang sekolah)

Alfa berjalan ke parkiran sepeda. Sebenarnya ia, Rio, Alfi, dan Naura akan di jemput oleh tantenya, Tante Nisa. Tapi, ia lebih memilih untuk naik sepeda saja. Di perjalanan, ia melihat Rio.

Alfa:Rio, kamu lg ngapain?
Rio:Nungguin Alfi ama Naura
Alfa:Ya udh aku duluan ya
Rio:Bentar, lo pergi duluan? Naik apa? Alfa:Aku kan naik sepeda
Rio:Oh ya udh, hati hati di jalan ya
Alfa:Iya

Alfa pun mengambil sepedanya dan melaju pulang. Dalam hati, dia senang sekali dapat berbicara dengan Rio tanpa di bentak atau lain sebagainya. Sejak kelas 3,ia tak bisa lancar berbicara dengan Rio. Ia berdoa agar ia bisa dekat dengan Rio lagi.

Sementara itu, Rio hampir tak bisa percaya klo dia sudah berbicara dengan baik dengan Alfa. Selama ini, ia selalu membentak Alfa dan tak pernah berkata lembut padanya. Tapi disisi lain, ia rindu juga berbicara selembut itu pada Alfa. Ia jadi ingat, tentang kejadian 5 tahun yg lalu, tepatnya saat pulang sekolah.

*Flashback On*
Alfa:Rio!
Rio:Hai, Fa
Alfa:Tante Nisa udh dateng belum? Rio:Belum, nih
Alfa:............

Flashback nya di lanjutin pas part selanjutnya ya, kayaknya udh kepanjangan nih. Maaf ya klo part ini nya lama banget uploadnya. Tunggu part 3nya ya!